31 Januari 2014

99 Asmaul husna dan artinya




1. (Ar Rahman) Artinya Yang Maha Pemurah

2. (Ar Rahim) Artinya Yang Maha Mengasihi / Penyayang

3. (Al Malik) Artinya Yang Maha Menguasai / Merajai

4. (Al Quddus) Artinya Yang Maha Suci

5. (Al Salam) Artinya Yang Maha Selamat

6. (Al Mukmin) Artinya Yang Maha Melimpahkan Keamanan

7. (Al Muhaimin) Artinya Yang Maha Memelihara / Mengawasi

8. (Al Aziz) Artinya Yang Maha Berkuasa / Ynag Dapat Mengalahkan

9. (Al Jabbar) Artinya Yang Maha Perkasa / Menundukkan Segalanya

10. (Al Mutakabbir) Artinya Yang Mempunyai kebesaran.

11. (Al Khaliq) Artinya Yang Maha Pencipta

12. (Al Bari) Artinya Yang Maha Menjadikan / Melepaskan

13. (Al Musawwir) Artinya Yang Maha Pembentuk

14. (Al Ghaffar) Artinya Yang Maha Pengampun

15. (Al Qahhar) Artinya Yang Maha Memaksa

16. (Al Wahhab) Artinya Yang Maha Penganugerah / Pengkarunia

17. (Al Razzaq) Artinya Yang Maha Pemberi Rezeki

18. (Al Fattah) Artinya Yang Maha Pembuka

19. (Al Alim) Artinya Yang Maha Mengetahui

20. (Al Qabidh) Artinya Yang Maha Pengekang / Menyempitkan Rezeki

21. (Al Basit) Artinya Yang Maha Melimpah Nikmat / Melapangkan Rizki

22. (Al Khafidh) Artinya Yang Maha Perendah / Merendahkan Derajat

23. (Ar Rafik) Artinya Yang Maha Peninggi / Meninggikan Derajat

24. (Al Mu’izz) Artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan

25. (Al Muzill) Artinya Yang Maha Menghina

26. (As Sami) Artinya Yang Maha Mendengar

27. (Al Basir) Artinya Yang Maha Melihat

28. (Al Hakam) Artinya Yang Maha Mengadili / Menetapkan Hukum

29. (Al Adil) Artinya Yang Maha Adil

30. (Al Latif) Artinya Yang Maha Lembut/Halus

31. (Al Khabir) Artinya Yang Maha Waspada

32. (Al Halim) Artinya Yang Maha Penyabar

33. (Al Azim) Artinya Yang Maha Agung

34. (Al Ghafur) Artinya Yang Maha Pengampun

35. (Asy Syakur) Artinya Yang Maha Bersyukur / Berterima Kasih

36. (Al Ali) Artinya Yang Maha Tinggi

37. (Al Kabir) Artinya Yang Maha Besar

38. (Al Hafiz) Artinya Yang Maha Memelihara

39. (Al Muqit) Artinya Yang Maha Menjaga / Memberikan Makan

40. (Al Hasib) Artinya Yang Maha Penghitung

41. (Al Jalil) Artinya Yang Mempunyai Kebesaran

42. (Al Karim) Artinya Yang Maha Mulia

43. (Ar Raqib) Artinya Yang Maha Waspada / Mengawasi

44. (Al Mujib) Artinya Yang Maha Pengkabul

45. (Al Wasik) Artinya Yang Maha Luas

46. (Al Hakim) Artinya Yang Maha Bijaksana

47. (Al Wadud) Artinya Yang Maha Mengasihi / Penyayang

48. (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia

49. (Al Baith) Artinya Yang Maha Membangkitkan Semula

50. (Asy Syahid) Artinya Yang Maha Menyaksikan

51. (Al Haqq) Artinya Yang Maha Benar

52. (Al Wakil) Artinya Yang Maha Pentabir / Mengurusi

53. (Al Qawiy) Artinya Yang Maha Kuat

54. (Al Matin) Artinya Yang Maha Teguh / Kokoh

55. (Al Waliy) Artinya Yang Maha Melindungi

56. (Al Hamid) Artinya Yang Maha Terpuji

57. (Al Muhsi) Artinya Yang Maha Penghitung

58. (Al Mubdi) Artinya Yang Maha Pencipta dari Asal / Memulai

59. (Al Muid) Artinya Yang Maha Mengembalikan

60. (Al Muhyi) Artinya Yang Maha Menghidupkan

61. (Al Mumit) Artinya Yang Mematikan

62. (Al Hayyu) Artinya Yang Maha Hidup

63. (Al Qayyum) Artinya Yang Hidup serta Berdiri Sendiri

64. (Al Wajid) Artinya Yang Maha Penemu

65. (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia

66. (Al Wahid) Artinya Yang Maha Esa

67. (Al Ahad) Artinya Yang Tunggal

68. (As Samad) Artinya Yang Menjadi Tumpuan

69. (Al Qadir) Artinya Yang Maha Berupaya

70. (Al Muqtadir) Artinya Yang Maha Berkuasa

71. (Al Muqaddim) Artinya Yang Maha Mendahului

72. (Al Muakhir) Artinya Yang Maha Mengakhiri / Penangguh

73. (Al Awwal) Artinya Yang Pertama

74. (Al Akhir) Artinya Yang Akhir

75. (Az Zahir) Artinya Yang Zahir

76. (Al Batin) Artinya Yang Batin / Tak Kelihatan Dzatnya

77. (Al Wali) Artinya Yang Memerintah / Menguasai

78. (Al Muta Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia

79. (Al Barr) Artinya Yang banyak membuat kebajikan / Kebaikan

80. (At Tawwab) Artinya Yang Menerima Taubat

81. (Al Muntaqim) Artinya Yang Maha Memberi Hukuman / Siksaan

82. (Al Afuw) Artinya Yang Maha Pengampun

83. (Ar Rauf) Artinya Yang Maha Pengasih serta Penyayang

84. (Malikul Mulk) Artinya Pemilik Kedaulatan Yang Kekal / Memiliki Kerajaan

85. (Dzul Jalal Wal Ikram) Artinya Yang Mempunyai Keagungan dan Kemuliaan

86. (Al Muqsit) Artinya Yang Maha Adil

87. (Al Jami) Artinya Yang Maha Mengumpulkan

88. (Al Ghaniy) Artinya Yang Maha Kaya

89. (Al Mughni) Artinya Yang Maha Memberi Kekayaan

90. (Al Mani) Artinya Yang Maha Pencegah / Mempertahankan

91. (Al Darr) Artinya Yang Mendatangkan Mudharat / Bahaya

92. (Al Nafi) Artinya Yang Memberi Manfaat

93. (Al Nur) Artinya Memberi Cahaya

94. (Al Hadi) Artinya Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk

95. (Al Badi) Artinya Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya

96. (Al Baqi) Artinya Yang Maha Kekal

97. (Al Warith) Artinya Yang Maha Mewarisi

98. (Ar Rasyid) Artinya Yang Maha Pandai


99. (As Sabur) Artinya Yang Maha Penyabar / Sabar

6 Oktober 2013

Masih Adakah "Wanita" itu..????


Saya ingin berbicara mengenai sebuah fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat modern di seluruh dunia (ingat kata kuncinya: modern). Sebuah fenomena yang akhirnya membedakan dunia kita saat ini dengan dunia kakek dan ayah Anda dulu. Fenomena ini disebut: feminisme.

Istilah 'feminisme' baru mulai populer di tahun 1970an. Ini mengacu pada pergerakan kaum wanita di belahan dunia barat yang menginginkan persamaan hak dalam politik, sosial, budaya dan ekonomi antara wanita dengan pria. Wanita tidak lagi puas dengan hanya menjadi istri yang baik dan ibu rumah tangga yang mengurusi anak dan memasak. Mereka tidak lagi ingin menjadi pendamping setia yang penurut. Mereka ingin mendapatkan semua yang pria bisa dapatkan. Alasan mereka sederhana: karena manusia memiliki derajat yang sama terlepas dari jenis kelaminnya, dan terutama, karena selama ini pria telah semena-mena menyalah gunakan kekuasaan dan hak yang dimiliki.

Wanita merasa telah menjadi korban, dan mereka protes dengan keras. Dan protes mereka bukan saja telah didengar, tapi juga telah merubah dunia.

semua persamaan hak ini telah jauh kebablasan dan malah mendorong wanita berubah menjadi mahluk yang materialistis, kompetitif, dan Cosmopolitan: fun, fearless female; sama sekali berbeda dari sosok ibu yang kita kagumi dan sayangi.

Mari saya elaborasi lebih jauh.

Wanita dan pria adalah dua entitas yang berbeda, baik secara fisik maupun pisikis, maka secara logika istilah persamaan hak sangatlah absurd. Dan wanita sendiri pun tahu benar akan hal ini, oleh karena itu feminisme hanya menuntut persamaan hak, tapi tidak persamaan kewajiban. Dengan kata lain, wanita menginginkan semua keuntungan dan hak yang dimiliki pria namun tidak mau menjalani kewajiban yang dimiliki pria.

Lebih simpelnya lagi: wanita mau yang enaknya saja.

Kaum wanita tidak puas hanya dengan persamaan hak. Mereka terus menerus, sedikit-demi sedikit, perlahan namun pasti, merubah nilai-nilai sosial yang telah menjaga kita sejak jaman nenek moyang kita ribuan tahun yang lalu. Mereka ingin membentuk sebuah dunia di mana wanita dihargai, diutamakan dan diistimewakan lebih daripada pria. Yang jelas sangat bertentangan dengan prinsip awal gerakan feminisme itu sendiri: PERSAMAAN hak antara pria dan wanita.

Dan mereka telah berhasil. Sangat berhasil, malah.

Dalam bukunya "The Manipulated Man", Esther Vilar, sang pengarang yang juga seorang wanita, membongkar habis tentang bagaimana wanita telah menyalah gunakan perlakuan istimewa yang diberikan oleh pria. Dan sampai saat ini beliau masih sering menerima surat ancaman dari para wanita feminis garis keras.

Entah Anda sadari atau tidak, kita sekarang hidup dalam dunia yang dikuasai oleh wanita. Sebuah dunia yang menempatkan wanita jauh lebih tinggi daripada pria. Sebuah dunia yang pilih kasih pada wanita. Sebuah dunia yang timpang dan berat sebelah. Sebuah dunia yang membuat Anda, para pria, tidak lagi menjadi pria yang sesungguhnya, tapi menjadi pria yang terkekang oleh peraturan dan norma-norma yang ditentukan oleh wanita. Sebuah dunia yang membuat Anda tumbuh menjadi pria lossy.

Beberapa contoh sederhana:

- Pria harus bekerja dan berpenghasilan. Wanita boleh bekerja, boleh tidak.
- Di tempat kerja, wanita berhak untuk ijin sekali setiap bulan dengan alasan 'datang bulan'. Wanita berhak untuk berekspresi dengan fashion, mewarnai rambut dan potongan yang berbeda-beda. Sedangkan pria harus potong pendek rapi, tidak boleh di warnai serta wajib memakai kemeja, dasi dan celana bahan.
- Pria masih dituntut untuk bisa mengerjakan 'kerjaan' pria, seperti mengganti ban mobil, menyetir kendaraan, memperbaiki komputer dsb. Wanita tidak lagi dituntut untuk bisa mengerjakan 'kerjaan' wanita, seperti masak, mencuci, dandan, dsb.
- Pria minta tolong pada wanita untuk mencuci pakaian, dia akan anggap itu merendahkan. Silakan minta tolong pada pria untuk mengangkat barang berat, ia akan melakukannya dengan senang hati.
- Pria wajib membayari wanita makan, sedangkan wanita tidak harus memasak untuk pria.
- Pria wajib membiayai keluarga. Wanita boleh ya, boleh tidak.
- Wanita selalu diprioritaskan dan diperlakukan spesial: tempat parkir khusus wanita, ladies nite di nite club, apabila ada musibah dahulukan wanita dan anak kecil biarkan pria mati duluan.
- Pria menggoda wanita secara vulgar disebut pelecehan dan dapat dilaporkan ke pihak berwenang. Wanita menggoda pria secara vulgar hanya disebut agresif dan apabila dilaporkan tidak akan ada yang percaya.
- Tidak apa-apa bila wanita menyentuh pria, tapi bila pria menyentuh wanita disebut tidak sopan.

Dan berkat media yang selalu menayangkan wanita cantik dan seksi, pria-pria jadi memuja kecantikan dibanding kepribadian seorang wanita. Akibatnya, wanita dapat melakukan apa saja yang buruk dan tidak berkenan namun para pria tetap saja berkumpul dan memperebutkannya.

Saya pernah pergi dinner dengan seorang wanita yang baru dikenal. Ketika menjemput dia di rumahnya, apa yang dilakukannya membuat saya langsung ilfeel. Begitu masuk ke dalam mobil, dia langsung menaikkan kakinya dan duduk ala warteg. Sambil berkata, "Eh gue naikkin kaki yah.. gue emang orangnya begini, apa adanya." Dan saya tidak pernah menghubunginya lagi sejak saat itu.

Kejadian yang lain, saya pernah pergi nonton dengan seorang wanita. Ketika saya mengajak dia untuk dinner dengan teman-teman saya yang lain, dia bukannya berinteraksi dengan teman-teman saya dan bersosialisasi layaknya manusia normal, tapi malahan sibuk sendiri dengan Blackberry dan Facebook. Hal itu membuat suasana sungguh tidak nyaman. Dan jelas, saya yang merasa malu, karena saya yang mengajak dia.

Dan seiring pengalaman saya dengan begitu banyak wanita, saya menemukan bahwa sedikit sekali wanita yang masih bersikap sebagai wanita. Wanita jaman sekarang telah kehilangan kewanitaannya.

Saya tidak akan tertarik pada wanita yang tidak wanita. Sama seperti halnya wanita tidak akan tetarik pada pria yang tidak pria: cengeng, labil dan tidak punya prinsip.

Feminisme yang kebablasan.

Salah satu penyebab mengapa wanita-wanita seperti itu tetap eksis dan makin bertingkah, adalah karena pria-pria tetap menginginkan mereka meskipun mereka bukanlah wanita yang layak untuk dijadikan pasangan.

Terserah Anda menilai saya sexist atau stereotyping. Yang jelas itu adalah kenyataannya. Dari jaman batu hingga jaman postmodern sekarang ini, kenyataan itu tetap berlaku. Harap diingat bahwa saya tidak berbicara soal harkat dan martabat: sebagai manusia, wanita dan pria semuanya sejajar.

Jangan salah paham. Saya sangat setuju dengan persamaan hak wanita untuk memperoleh pendidikan setinggi mungkin, memilih karir/profesi yang mereka inginkan, memiliki hak politik, memiliki hak perlindungan hukum, dsb.

Saya berbicara soal peran dan mentalitas. Dalam hal hubungan romansa, wanita dan pria punya peran dan posisi yang berbeda. Dan ini yang tidak diketahui oleh banyak orang dan menjadi sumber masalah romansa mereka.

Dengan pola pikir 'be yourself' yang selalu digembar-gemborkan di mana-mana lewat media, kita mulai melenceng dari peran kita yang seharusnya. Wanita mulai menjadi maskulin dengan slogan fun fearless female dan girl power, dan pria mulai menjadi feminin dengan menjadi terlalu sensitif secara emosional dan metroseksual. Dan ini yang menyebabkan banyak orang mengeluh tidak dapat menemukan pasangan yang tepat. Mereka sudah memilih peran yang salah dari awal!

Dewasa ini, wanita yang mampu mengalahkan pria di segala hal dianggap hebat dan dikagumi, dan pria yang tidak takut untuk menangis dan menunjukkan kelemahannya dianggap pria yang sejati.

Tapi jujur saja, tidak ada pria yang menyukai wanita yang kasar, dominan, tukang ngatur, terlalu girl power dan cuek. Sama seperti tidak ada wanita yang menyukai pria yang terlalu sensitif, sedikit-sedikit mellow, panik dan terbawa perasaan.

Kalau Anda bertanya pada orang-orang tua atau kakek-nenek kamu, Anda akan mendengar kisah-kisah romansa yang begitu sederhana dan indah. Mereka bertemu, saling jatuh cinta, menikah dan hidup bahagia hingga hari ini. 30-50 tahun yang lalu belum ada deviasi sosial yang kita lihat sekarang. Orang-orang di jaman itu mengikuti peranan mereka yang seharusnya.

Jadi pelajaran apa yang bisa Anda ambil dari semua ocehan panjang lebar ini? Dan bagaimana pengetahuan ini dapat memperbaiki kehidupan romansa Anda?

Sederhana saja: ANDA HARUS PUNYA STANDAR.

Wanita saja punya standar. Mereka tahu dengan jelas pria seperti apa yang mereka inginkan. Pria yang maskulin, dewasa, mapan, mampu bersikap tegas, tidak emosional, memiliki integritas, bisa memimpin sebuah hubungan dan dapat membimbing serta melindungi mereka. Dengan kata lain, wanita hanya menginginkan pria sejati.

Karena itu, Anda pun harus punya standar.

Wanita seperti apa yang Anda inginkan? Wanita yang cantik dan seksi tapi tidak tahu caranya bersikap seperti seorang wanita? Atau wanita yang tahu caranya menghargai dan menghormati Anda sebagai seorang pria, yang tahu caranya membawa diri dan bersikap di hadapan teman-teman atau keluarga Anda. Wanita yang memiliki kualitas keibuan yang penyayang, lemah lembut, halus tutur katanya, yang membuat Anda yakin bahwa Anda dapat mempercayakan anak Anda kelak dalam perawatannya? Dengan kata lain, seorang wanita sejati yang dapat Anda banggakan.

Apabila Anda menginginkan seorang wanita sejati, maka mulai sekarang janganlah menjadikan kecantikan atau bentuk tubuh seorang wanita sebagai prioritas Anda. Jadilah tegas. Katakan TIDAK apabila Anda menemukan wanita yang tidak wanita. Dia tidak layak untuk seorang pria sejati seperti Anda. Sudah cukup banyak pria berkualitas yang jatuh bergelimpangan dan hancur hanya karena wanita yang sebenarnya tidak layak untuk dikejar. Jangan lah menjadi pria-pria tersebut.

Tapi tentu, sebelum Anda menuntut hak, Anda pun harus melakukan kewajiban Anda. Rasanya tidak adil apabila Anda menuntut wanita menjadi wanita sedangkan Anda sendiri belum menjadi pria yang layak untuk mendapatkan mereka. Karena itu lakukan segala macam cara untuk meningkatkan kualitas Anda sebagai pria. 


Semoga Bermanfaat!!!